Balotelli Muak Selalu Dapat Perlakuan Rasis

Pakarbola.net – Rasis, menjadi salah satu masalah yang dapat memicu perpecahan antara golongan  dalam segala bidang, termasuk dalam berolahraga khusiusnya sepak bola. Terkait dengan tindakan rasis, kabarnya sampai saat ini banyak pecinta bahkan pelaku sepak bola yang kerap kali bertindak rasis kepada salah seorang pemain.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh Mario Balotelli, salah seorang punggawa OGC Nice, yang mengaku bahwa tindakan rasis kerap kali menghampirinya. Dan yang terakhir ia mendapatkan perlakuan seperti itu ketika menghadapi FCO Dijon, dalam lanjutan pertandingan Liga Prancis musim ini.

Dengan alasan tersebut, akhirnya Balotelli menyampaikan bahwa dirinya akan kembali ke Italia di musim depan karena sudah muak dengan perlakuan rassisyang menghampirinya. Italia sendiri disebutnya sebagai negara yang tak rasis. Ia juga mengaku sangat jarang menerima tindakan rasis saat bermain di negara asalnya tersebut.

Sejatinya, pemain bersangkutan menyadari bahwa tak semua orang menyukai dirinya. Selain itu pemain bersangkutan juga tak menampik bahwa tingkahnya mungkin membuat sebagian orang merasa kesal, namun meski begitu menurutnya tak ada alasan untuk membalasnya dengan tindakan yang rasis.

Saking kesalnya, balotelli menyebutkan bahwa warna kulitnya menjadi penyebabnya mendapatkan tindakan rasis. Bahkan ia berandai-andai jika ia berkulit putih ia tak akan mendapatkan tindakan rasis.

“Di beberapa stadion, orang-orang meneriakkan ‘Tidak ada orang Italia yang hitam’ kepada saya. Namun, saya adalah bukti bahwa itu ada. Bahkan jika saya orang Italia, lahir dan tumbuh di Italia, undang-undang menyatakan bahwa saya hanya menjadi orang Italia begitu saya berusia 18 tahun,” ucap Balotelli, menukil dari Football Italia, Jumat (6/4/2018).

“Hukumnya salah, dan itulah mungkin mengapa sampai hari ini beberapa orang melihat kulit hitam sebagai warna keberagaman, inferioritas kesalahan di tengah foto tim,” lanjutnya.

“Saya pikir jika saya berkulit putih, saya akan mendapatkan masalah lebih sedikit. Mungkin saya menyebabkan beberapa masalah saya sendiri dan kadang-kadang memiliki sikap yang salah. Namun, apakah saya akan dimaafkan lebih cepat jika berkulit putih? Saya kira ya,” sambung striker yang dikenal Bengal itu.

“Italia bukan negara rasis, tetapi memiliki rasis di dalamnya. Perubahan ada di tangan generasi berikutnya dan kami harus mengajarkan anak-anak kami bahwa semua orang adalah sama, meskipun penampilannya berbeda,” tutup Balotelli.