Di Francesco Sebut Perlu Keajaiban Supaya Roma ke Semifinal Liga Champions

Pakarbola.net – Seperti yang kita tahu, bahwa salah satu laga yang digelar dalam babak perempatfinal Liga Champions musim ini akan mempertemukan antara AS Roma kontra Barcelona. Kedua klub tersebut telah menggelar laga leg pertama dimana bertandingan berakhir dengan kememnangan trelak Barca melalui 4-1.

Meski mengalami kekalahan telak di leg pertama, Eusebio Di Francesco, selaku pelatih AS Roma nampaknya sudah mulai pesimis tentang peluang klubnya melaju ke babak semifinal. Bahkan, pelatih bersangkutan menyebutkan bahwa hanya dengan keajaibanlah yang mampu mengantarkan klubnya tersebut meraih satu tiket ke babak semifinal.

Tentunya bukan tanpa alasan pelatih bersangkutan menyampaikan hal tersebut. Pasalnya, hanya dengan kemenangan telak dengan keunggulan empat gol yang akan mampu mengantarkan Roma melaju ke babak semifinal. Padahal, lawan yang mereka hadapi juga bukan main main karena Barca sendiri merupakan klub yang menunjukan konsistensi luar biasa di musim ini. Barcelona juga sampai saat ini belum terkalahkan di liga domestiknya, yakni La Liga Spanyol.

“Kami memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan, mengingat mereka (Barcelona) secara praktik belum pernah kalah. Kami membutuhkan sebuah keajaiban. Kami memiliki tugas untuk mencobanya. Mari kita ingat pertandingan kandang melawan Chelsea, tapi mari ingat juga bahwa kami menghadapi sebuah armada,” ungkap Di Francesco, menukil dari Evening Standard, Selasa (10/4/2018).

Terkait dengan hal ini, Di Francesco menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi permasalahan bagi klubnya ialah klub berjuluk Serigala Ibukota tersebut sudah cukup lama tak berhasil meraih gelar juara. Dengan begitu, menurutnya klub tersebut kekurangan mental juara.

Wajar saja, terakhir kali klub tersebut berhasil meraih juara dalam sebuah kompetisi terjadi sekitar sepuluh tahun silam, dimana klub tersebut sukses menggondol trofi Coppa Italia musim 2007-2008

“Roma tidak pernah memiliki mentalitas kemenangan – atau tidak memilikinya untuk waktu yang lama. Kami harus membentuk mentalitas itu di dalam Trigoria (pusat pelatihan Roma) dan kami harus melakukannya dengan fakta, bukan dengan obrolan,” tandas pelatih asal Italia itu.