Sering Berselisih, mourinho Sebut Ia Selalu Menghormati Wenger

Pakarbola.net – Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengumumkan bahwa dirinya akan menjadikan musim ini sebagai musim terakhir ia menhabat sebagai pelatih dari klub berjuluk The Gunners tersebut. Pernyataan ini sejatinya cukup mengejutkan, masalnya secara kontrak Wenger masih memiliki waktu satu tahun lagi bersama Arsenal.

Terlepas dari hal tersebut, berbagai komentar juga berdatangan untuk menanggai keputusan yang diambil oleh Wenger. Salah satu tanggapan  datang dari rivalnya, yakni Jose Mourinho yang saat ini menangani skuad Manchester United. Mourinho sendiri sudah cukup lama menjadi rival dari Wenger karena meski baru dua tahun menangani MU, pelatih berjuluk The Special One tersebut terlebih dahulu menjadi juru taktik Chelsea yang juga bermain di kompetisi Liga Inggris.

Mourinho menyampaikan bahwa meski tak lagi menjabat sebagai pelatih Arsenal nantinya, ia berharap supaya Wenger selalu mendapatkan kesuksesan.

Sebenarnya, diantara kedua pelatih tersebut kerap kali percekcokan dan adu mulut ketika berada di atas lapangan hijau. Bahkan Mourinho sempat memberikan ejekan terhadap Wenger dengan menyebutnya sebegai pelatih yang menjaddi spesialis untuk meraih kegagalan. Namun, terlepas dari hubungan yang di cap kurang harmonis tersebut, ia menyampaikan bahwa pada dasarnya, kedua pihak selalu menghormati antara satu dan lainnya.

“Jika dia bahagia, maka saya senang. Jika ia sedih, maka saya pun akan sedih. Saya selalu berharap yang terbaik untuk lawan saya. Jadi itulah intinya. Jika Wenger suka dengan keputusan itu, dia akan melihat ke depan untuk memulai bab baru dalam karier hidupnya. Saya benar-benar bahagia untuknya,” tegas Mourinho, sebagaimana diberitakan Soccerway, Sabtu (21/4/2018).

“Wenger dan Arsenal selama bertahun-tahun merupakan saingan terbesar du era Sir Alex Ferguson. Saya cukup yakin kami akan menunjukkan rasa hormatnya kepada Wenger. Ini bukan tentang penyesalan. Anda tidak tahu vara kami menghormati satu sama lain meskipun kadang-kadang dalam beberapa saat sepertinya kami tidak memberikan respek,” lanjutnya.

“Ini merupakan kekuatan melawan kekuatan, kualitas melawan kualitas dan ambisi terhadap ambisi. Tetapi pada akhirnya orang-orang dari bisnis yang sama menghormati kariernya masing-masing, Ini bukan tentang menyesali hal yang sudah terjadi,” tuntasnya.