Gagal Ke Perempat Final Liga Champions, Mourinho Sebut Pemain MU Bermain Cukup Baik

Pakarbola.net – Hasil memilukan harus diterima oleh Manchester United terkait dengan kehgagalan mereka dalam kompetisi Liga Champions musim ini. Akhirnya dengan hasil ini, Jose Mourinho selaku juru takti The Red Devils mengakui kekalahan mereka.

Dalam laga tersebut, dua gol yang berhasil di cetak oleh Sevilla dilakukan oleh seorang pemainnya, yakni Wissam Ben Yedder. Sedangkan satu-satunya gol yang diciptakan oleh MU berhasil mereka raih dari Romelu Lukaku. Dengan hasil ini, dipastikan MU tak akan melanjutkan langkan mereka dalam kompetisi Liga Champions musim ini.

Namun, meski demikian nampaknya Mourinho tak terlalu berada dalam kesedihan yang mendalam. Bahkan pelatih asal Portugal tersebut cenderung memberikan semangat pada anak asuhnya dengan menyebutkan bahwa dalam laaga tersebut para pemain MU sebenarnya telah melakukan permainan nyang cukup baik.

“Ini adalah sepakbola, kami kalah, tetapi besok adalah hari lain dan Sabtu akan ada pertandingan lain. Saya senang para pemain tidak menyembunyikan kesedihannya, tetapi kami tidak punya waktu untuk drama,” ujar Mourinho, seperti dilansir BBC, Rabu (14/3/2018).

“Saya pikir, performa kami tidak buruk. Saya melakukan yang terbaik, begitu juga para pemain. Kami mencoba (menang), tetapi kalah, dan itulah sepakbola,” sambungnya.

Pelatih tersebut juga menyampaikan bahwa timnya dalam laga tersebut sejatinya telah melakukan hal yang tepat, mereka mendominasi pertandingan dengan permainan menyerangnya. Namun, meski demikian hal tersebut tek membuat gol yang diciptakan oleh MU lebih banyak dari Sevilla.

Bagi Mourinho, dalam laga tersebut lawannya memang bermain sangat baik. Mereka berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya meskipun pertandingan di gelar bukan di kandang mereka sendiri.

“Kami mencoba tampil agresif dan intens sejak menit pertama. Kami tidak bisa mencetak gol dan Sevilla cukup baik menjaga bola dan mereka juga mengontrol pertandingan dengan sangat baik,” jelasnya.

“Kami memiliki beberapa peluang bagus mencetak gol, tetapi mereka mencetak gol dan dari momen itu semuanya menjadi lebih emosional. Pada akhirnya, gol kedua membuat itu (lolos ke perempatfinal) menjadi mustahil,” pungkasnya.