Kesan Nemanja Matic Ketika Dilatih Mourinho

Pakarbola.net – Di awal musim, Nemanja Matic memutuskan untuk hijrah bersama Manchester United. Belum genap satu musim bergabung bersama MU, pemain yang berposisi sebagai pemain bertahan tersebut menyampaikan terkait dengan perasaannya dilatih oleh seorang Jose Mourinho, selaku pelatih Skuad Setan Merah.

Baginya, dilatih oleh seorang Jose Mourinho merupakan hal yang tak mudah bagi seorang pemain. Pasalnya, pelatih tersebut selalu memiliki ambisi yang sangat tinggi dan akhirnya memberikan tekanan yang cukup besar pada anak asuhnya. Menurut pernyataaan dari Matic, Mourinho juga merupakan pelatih yang selalu ingin timnya meraih kemenangan tiap pertandingan.

Hal ini tentunya diterapkan oleh Mourinho bukan hanya ketika iamenjadi juru latih MU, namun semua klub yang pernah ditangani oleh pelatih berjuluk The Special One ini  juga pernah merasakannya.

Matic sendiri menganggap hal ini sebagai hal yang positif. Ia sadar, bahwa Mourinho melakukan hal tersebut adalah demi klub yang ia asuh meraih hasil yang positif dalam tiap laga ataupun kompetisi yang mereka ikuti.

“Saya tidak memiliki banyak pelatih dalam hidup saya. Namun, Mourinho adalah pelatih yang istimewa karena dia ingin selalu menang. Anda bisa lihat saat kami kalah, dia tidak bisa menerimanya. Mungkin itu sebabnya, dia memenangkan lebih dari 20 trofi dalam hidupnya,” ujar Matic, sebagaimana dikutip dari Sportsmole, Selasa (20/3/2018).

“Sangat sulit untuk bekerja dengannya karena dia selalu menginginkan lebih dan lebih lagi. Bahkan, jika Anda memenangkan liga, dia ingin menang lagi musim depan. Di tingkat tinggi inilah Manchester United berada. Saya sendiri telah mengetahuinya sejak masih di Chelsea. Bersiaplah untuk itu karena tekanannya besar,” lanjutnya.

“Semua orang mengharapkan Anda untuk memenangkan setiap pertandingan. Tentu saja, itu tidak mungkin, tapi pendukung selalu berharap. Mereka tidak peduli kondisi Anda lelah atau tidak, pendukung hanya menginginkan sepakbola berkualitas tinggi dan itu adalah hal yang normal,” tukas Matic.

Sampai saat ini, pemuang Man united untuk meraih trofi di musim ini nampaknya hanya tersisa di kompetisi Piala FA. Pasalnya di kompetisi lain peluang mereka telah tertutup. Di Liga Champions sendiri mereka tersingir di babak 16 besar. Sedangkan dalam kompetisi Liga Inggris, MU yang saat ini berada di peringkat dua terpaut poin yang cukup jauh atas Man City di puncak klasemen.