Kritikan Sacci Atas Kegagalan Timnas Italia di Piala Dunia 2018

Pakarbola.net – Seperti yang kita ketahui, bahwa Timnas Italia dipastikan tak dapat berlaga dalam ajang kompetisi Piala Dunia yang aan diselenggarakan tahun ini di Rusia. Kegagalan Timnas Italia dalam ajang empat tahunan tersebut tentunya cukup mengejutkan karena Italia dihuni berbagai pemain berkualitas mumpuni. Karena itu, Timnas Italia akhirnya kehujanan berbagai kritikan pedas.

Salah satu kritik datang dari Arrigo Sacchi, yang sempat menjabat sebagai juru taktik AC Milan. Menurut pria tersebut, Timnas Italia saat ini kehilangan keperkasaannya. Hal ini membuat mereka semakin kesini menjadi kesulitan untuk meraih kemenangan. Selain itu, pelatih tersebut juga menyebutkan bahwa timnas Italia seolah kehilangan gaya bermainnya.

“Setelah bertahun-tahun menerapkan sepakbola obskurantisme, Italia memiliki tugas untuk memberikan gayanya tersendiri. Utamanya dalam hal permainan, tapi juga secara kultur. Tidak akan pernah mungkin sepakbola dikurangi menjadi satu kata kerja sederhana ‘kemenangan.’ Oke, kemenangan itu penting. Namun, jika Anda menang tanpa kelayakan maka apa guananya? Tidak ada,” ungkap Sacchi, menukil dari Football Italia, Jumat (23/3/2018).

Tak hanya kritik, pria tersebut juga memberikan saran kepada Timnas Italia supaya dapat segera bangkit dari keterpurukannya. Menurutnya, Timnas Italia harus lebih berani saat bertanding. Selain itu, kekompakan tim dan harmoni sasi juga perlu untuk dimatangkan. Dengan begitu, pria tersebut yakin bahwa Timnas Italia kembali menjadi raksasa sepak bola yang disegani oleh lawan-lawannya.

Kegagalan ini, menurutnya harus dijadikan motivasi bagi semua bagian dari Timnas Italia supaya mereka dapat membentuk tim yang lebih baik lagi untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya yang akan mereka lakoni.

“Target harus dicapai melalui niali-nilai seperti keberanian, keharmonisan, dan keindahan. Jika tidak, kesuksesan akan tetap terisolasi, mereka tidak akan berkembang biak. Mereka akan selalu menjadi momen tunggal dan bukan bagian dari sebuah cerita,” lanjut Sacchi.

“Pertama-tama ada konsep yang perlu kami pahami bahwa tidak akan pernah ada akhir yang terburuk. Jika kami berpikir kami mencapai titik terendah karena gagal lolos ke Piala Dunia, maka kami berada di jalur yang salah. Kami harus memahami kesalahan-kesalahan kami, karena jika Anda tidak memahami kesalahan Anda, maka Anda dapat jatuh kembali ke dalamnya,” tutup pelatih kelahiran Fusignano itu.