Mancini Kemungkinan Akan Gantikan Ranieri

Roberto Mancini sempat disebut-sebut bakal menggantikan posisi Claudio Ranieri di Leicester City sebagai pelatih. Tapi ada juga kabar yang menyerbutkan bahwa sang pelatih dari Italia itu telah menolak untuk menjadi pengganti Claudio Ranieri untuk memimpin armada Leicester City yang sekarang tengah terpuruk dan sedang mendekati zona degradasi di papan kelasemen.

Penolakan dari mancini tersebut-sebut disebabkan karena adanya alasan bahwa sang pelatih merasa tidak kerasan saat ia masih bermain untuk Leicester City pada tahun 2001 lalu. Sang manajer Claudio Ranieri harus rela meninggalkan tim Leicester City pada kamis waktu Inggris karena dipecat oleh menejemen klub.

Hal ini dilakukan pasca pelatih berusia 65 tahun itu gagal membawa The Foxes tampil mempesona seperti di musim lalu.

Pemecatan terhadap Ranieri ini teah mengundang banyak kecaman dari berbagai kalangan yang ada di dunia sepakbola. Banyak komentator sepak bola Inggris yang mengatakan bahwa Leicester City tidak layak untuk memecat pelatih yang telah membawa tim itu berhasil meraih gelar juara Liga Inggris di tahun lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya klub itu. Ada begitu banyak pihak yang mengecam apa yang dilakukan oleh pihak klub.

Karena sang pelatih yang sudah dipecat itulah mengharuskan pihak manajemen klub Leicester City harus segera mencari pelatih pengganti untuk segera memimpin tim dalam pertandingan yang akan dihadapi.

Roberto Mancini adalah salah satu nama yang menjadi kandidat dan banyak diberitakan oleh media akan segera menggantikan Ranieri. Setelah dipecat Intermilan, kabarnya Mancini masih menganggur dan tidak mendapat tawaran dari klub lain.

Tapi kabar yang dilansir dari Sky Sports, Mancini enggan menggantikan Ranieri. Ia tidak mau bereuni dengan Leicester yang pernah ia bela dalam waktu singkat pada tahun 2001 lalu. Terkait pemecatan Ranieri, Roberto Mancini tidak mau ketinggalan mengirim simpatinya kepada sang pelatih.

Mancini mengungkapkan penyesalannya dengan mengatakan turut bersimpati untuk temannya, Ranieri. Dia akan berada dalam sejarah Leicester dan fans Leicester serta seluruh pecinta sepak bola.