10

Pakarbola.net – Asosiasi Sepak Bola Argentina masih  belum menerima keputusan FIFA terkait sanksi larangan bermain empat pertandingan untuk Lionel Messi. Presiden AFA Claudio Tapia bahkan rela melakukan perjalanan  ke Spanyol. Sebelumnya, Messi tertangkap kamera telah berkata kasar pada perangkat pertandingan, yakni Marcelo Vangasse dan Dewson Silva.

Tampaknya Messi tidak menerima pada putusan wasit setelah berulang kali memperoleh permainan keras dari pemain Chile. Setelah dilakukan penyelidikan, FIFA pun memutuskan bahwa Messi bersalah karena sudah melanggar melanggar pasal 57 dari FDC setelah mengarahkan kata-kata hinaan kepada asisten wasit.

Belum lama ini, Tapia sampai melakukan perjalanan ke Spanyol. Sebelumnya, perjalanan itu diduga untuk melobi Jorge Sampaoli atau Diego Simeone untuk menjadi pelatih timnas Argentina. Akan tetapi, ia memastikan bahwa kunjungannya tersebut untuk membahas masalah Messi. FIFA memang sudah memanggil Lionel Messi untuk kasusnya yang membuat masalah serta mengakibatkan larang bermain selama empat pertandingan setelah laga melawan Chile. Sangat penting baginya untuk menghadiri dengan didampingi pengacara dari FA untuk memperleh pengurangan hukuman.

Menurut Messi, dirinya tidak peduli dengan kritik yang diarahkan kepadanya. Dia mengaku hanya ingin fokus membela tim Argentina. Saya paham orang-orang ingin kami terus menang dan membawa trofi dan kami yang aman di timnas Argentina juga menginginkan hal yang sama, ungkapnya. Kritikan yang saya terima bukan sesuatu yang saya pedulikan karena saya tahu betul apa yang sebenarnya terjadi, ucap Messi, menambahkan.

Messi juga mengungkapkan, medali emas pada Olimpiade Beijing 2008 menjadi trofi yang sangat diingatnya sepanjang karier. Saat itu, Messi masih berusia 21 tahun. Itulah kemenangan yang paling saya ingat karena itu turnamen yang mungkin hanya kalian mainkan sekali dalam hidup dan itu diikuti banyak atlet dari berbagai Negara. Jadi ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung timnas spanyol, bahkan ia mengatakan bahwa teriakan dan kritikan itu memang ditujukan bukan untuk sang wasit, melainkan kepada diri sendiri, akibat kesal dan emosi.