5. Menelisik Lini Depan Manchester City yang Semakin Tajam

Pakarbola.net – Manchester City menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar juara liga Inggris di musim ini. Tim besutan Pep Guardiola ini masih kokoh berada di puncak klasemen sementara liga Inggris. Dari 8 pertandingan yang sudah dimainkan, tim ibu kota ini mendapatkan 22 poin hasil dari 7 kali menang, 1 kali imbang dan belum pernah kalah. Hanya ada dua klub yang belum kalah sejauh ini, yakni Manchester City dan Manchester United.

Ada catatan menarik dari Manchester City di musim ini dimana mereka mencetak lebih banyak gol daripada musim sebelumnya. Hingga pekan kedelapan ini, total klub asuhan mantan pelatih Barcelona ini sudah mencetak 29 goal atau lebih dari 3 gol jika dirata-rata per pertandingan. Tentu saja menarik untuk menelisik lini depan Manchester City yang kini semakin tajam. Apa saja penyebabnya?

Faktor Lini Depan Manchester City yang Semakin Tajam

Trio Pemain Lincah

Di musim ini, Guardiola cenderung lebih sering memainkan formasi dengan 3 penyerang dalam setiap pertandingan yang dilakoni oleh Manchester City. Trio penyerang yang dipasang adalah Leroy Sane, Gabriel Jesus, dan Raheem Sterling. Ketiga penyerang ini sebenarnya merupakan penyerang berusia muda dan memiliki kecepatan lari di atas rata-rata. Kelincahan trio penyerang City ini yang menyebabkan bek lawan kerepotan untuk membendung mereka mencetak gol.

Kerjasama Tim yang Padu

Jika dibandingkan dengan musim lalu, Manchester City bermain dengan lebih taktis dan padu secara kerja sama. Kompaknya duet David Silva dan Kevin De Bruyne di lini tengah membuat pasokan bola ke trio penyerang City selalu maksimal. Umpan manja dan terukur yang diberikan akan menghasilkan gol di atas rata-rata. Selain itu, hampir seluruh pemain City berkontribusi terhadap gol. Inilah hasil yang diperoleh jika kerjasama tim telah solid dan padu.

Taktik ala Spanyol

Tidak dipungkiri bahwa kehadiran Pep Guardiola membawa aroma Spanyol ke dalam Manchester City. Taktik tiki-taka digunakan yang berorientasi pada ball possession. Taktik ini tergolong sangat jitu karena dalam setiap pertandingan, City selalu tampil sebagai penguasa lapangan. Dengan menguasai lapangan dan penyerangan, maka wajar bila lini gedor mereka bertambah tajam dari waktu ke waktu.