Football Soccer Britain - Leicester City v Manchester City - Premier League - King Power Stadium - 10/12/16 Manchester City manager Pep Guardiola looks dejected  Action Images via Reuters / Carl Recine Livepic EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or "live" services. Online in-match use limited to 45 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications. Please contact your account representative for further details.

Pakarbola.net – Pep Guardiola Kangen tekanan yang lebih lagi untuk menang saat mereka masih berkompetisi di Spanyol dan Jerman dibanding Inggris.

Manajer Manchester City tersebut mengutarakan bakal sangat penting untuk para pemain merasakan bagai mana tekanan dan juga mempunyai mental yang lebih kuat kalau saja mereka ingin menjadi tim yang sangat kuat.

Saat menghadapi Barcelona dan juga Bayern Munich Guardiola merasa sudah mendapatkan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan saat berada di City sejak awal musim ini.

“Terkadang ketika Anda sadar tidak boleh kalah, saat merasakan tekanan, tekanan yang nyata karena Anda akan mendapatkan kritik yang sangat besar, para pemain bisa membuat langkah untuk maju,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Goal Internasional .

“Apakah para pemain percaya mereka tidak boleh kalah? Jika Anda ingin menjadi klub yang lebih kuat, Anda tidak boleh kehilangan poin di kandang; karena kualitas kami lebih tinggi, kami tidak boleh kehilangan poin. Perbedaannya berada pada mentalitas, bukan kualitas, yang selalu ada di sana.”

“Di sini saya sedikit merindukan tekanan itu. Di Spanyol, dan khususnya di Jerman, tekanan lebih tinggi kepada para pemain, manajer, dan semuanya – di sini cukup tenang.”

“Sebagai contoh, kami tersingkir dari Liga Champions di Monaco, kami bermain di tiga laga berat menghadapi Liverpool, Arsenal, dan Chelsea, dan tidak memenangkan satu laga pun tapi di laga kontra Hull City, para suporter kami tetap [bersorak] membantu dan mendukung kami, di Italia dan Spanyol itu tidak terjadi.”