1. Persela Lamongan Pensiunkan Nomor Punggung 1

Pakarbola.net – Beberapa hari setelah kiper andalan mereka, Choirul Huda, meninggal, Persela Lamongan secara resmi mengumumkan bahwa nomer punggung 1, yang biasa digunakan oleh Choirul Huda, resmi dipensiunkan. Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi klub untuk mendiang kiper andalan mereka.

Sebagaimana kita tahu, Choirul Huda meninggal ketika tim kebanggaan kota Lamongan ini jumpa dengan Semen Padang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Huda berbenturan dengan bek Persela Lamongan dan sempat tak sadarkan diri, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Choirul Huda, Sosok Legenda Persela Lamongan

One Man, One Club

Sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola, Choirul Huda hanya pernah membela satu klub saja, yakni Persela Lamongan. Huda membela klub kebanggaan LA Mania ini sejak tahun 1999 hingga ajal menjemput di pertengahan 2017. Jika di total, Huda membela klub laskar Jaka Tingkir ini selama 18 tahun. Belum ada pemain Indonesia lain yang mampu menyandingi apa yang sudah ditorehkan oleh Choirul Huda untuk Persela Lamongan.

Penghormatan Klub

Dengan loyalitas yang tidak terbatas dari sosok Choirul Huda, wajar bila manajemen Persela akhirnya memutuskan untuk menyimpan nomer punggung 1 hanya khusus untuk Huda. Hal semacam ini juga terjadi pada legenda sepakbola lainnya, seperti Franco Baresi (nomer punggung 6 AC Milan), Maldini (nomer punggung 3 AC Milan), dan lainnya. Tidak hanya itu, manajemen juga menanggung biaya pendidikan kedua anak Choirul Huda sebagai bentuk terima kasih klub atas apa yang diberikan oleh Huda.

Berniat Membuat Sebuah Patung

Sosok Choirul Huda memang menjadi salah satu idola di kalangan pemain Persela Lamongan. Sosok Huda dikenal sebagai pribadi yang baik dan senior yang mau membimbing rekan setimnya yang lebih muda. Demi menghargai jasa dan bentuk apresiasi, manajemen Persela Lamongan berencana untuk membuat sebuah patung Choirul Huda dan menempatkannya di sisi stadion. Rencana ini muncul agar Choirul Huda tetap bisa dikenang sebagai pribadi yang berani dan tangguh untuk kebesaran klub.

Dengan apresiasi yang diberikan, pihak manajemen klub juga berharap bahwa pemain lain bisa mengambil semangat yang ditorehkan oleh Choirul Huda, terutama loyalitas tanpa batas pada klub.